HADIS-HADIS NABI
»
KITAB IMAN
» Hadis Kitab Iman yang ke 91 s/d 103 dari 121 Hadis
Bab Tentang masa di mana iman tidak lagi diterima
91 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw bersabda, Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari Barat. Apabila matahari telah terbit dari Barat, maka seluruh manusia akan beriman, tetapi,
لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
(pada saat itu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang tentang yang
belum di imaninya atau kebaikan yang belum pernah diusahakannya di masa
iman) 92 Hadis riwayat Abu Zar ra. ia berkata,
Pada suatu hari Nabi saw. bersabda, Tahukah kalian ke mana matahari pergi ؟ Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah arasy, lalu menjatuhkan diri bersujud, matahari itu terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan kepadanya, Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang, mataharipun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah arasy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya, Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian dia kembali berjalan tanpa sedikitpun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah arasy, lalu difirmankan kepadanya, Naiklah, terbitlah dari Barat. Pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah barat. Rasulullah saw. melanjutkan, Tahukah kalian kapan itu terjadi ؟ Itu terjadi saat,
لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
Yang (tidaklah bermanfaat lagi imam seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia "belum" mengusahakan kebaikan dalam masa imannya)
Bab Permulaan wahyu yang turun kepada rasulullah saw.
93 Hadis riwayat Aisyah ra, istri Nabi saw. bahwa,
Beliau bercerita tentang wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya subuh. Kemudian beliau sering menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira. Di sana, beliau beribadah bermalam-malam. Untuk itu beliau membawa bekal. Setelah beberapa hari, beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan, sampai tiba-tiba wahyu datang, ketika beliau sedang berada di gua Hira. Malaikat (Jibril as.) datang dan berkata, bacalah. Beliau menjawab, Aku tidak dapat membaca. Rasulullah saw. bersabda, Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan. Dia melepaskanku seraya berkata, bacalah. Aku menjawab, Aku tidak dapat membaca. Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian dia melepaskan sambil berkata, bacalah. Aku menjawab, Aku tidak dapat membaca. Untuk yang ketiga kalinya dia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa kepayahan, lalu dia melepaskanku dan berkata,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ منْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ
الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
94 Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al Anshari ra. ia berkata,
Rasulullah saw. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu, Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Akupun mengangkat kepalaku, ternyata malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira sedang duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Aku gemetar ketakutan, lalu aku pulang dan berkata, Selimutilah aku, selimutilah aku. Keluargaku menyelimutiku. Ketika itulah Allah swt. menurunkan ayat,
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
(Hai orang yang berselimut, bangunlah, berilah peringatan, agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, hindarkanlah perbuatan dosa. Kemudian wahyu turun berturut-turut
Bab Tentang Isra Rasulullah saw. ke langit dan diwajibkannya salat
95 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Aku didatangi Buraq, lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya di pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril as. datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata, Engkau telah memilih fitrah (Islam dan istiqamah). Kemudian Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya, Siapakah engkau ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa yang bersamamu ؟ Jibril menjawab, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawab Jibril, Ya, dia telah diutus, pintupun dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapakah engkau ؟ Jawab Jibril, Jibril. Ditanya lagi, Siapakah yang bersamamu ؟ Jawabnya, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus, pintupun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa engkau ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan, Dia telah diutus ؟ Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Sungguh nampak bahwa dia dikaruniai keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jibril menjawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad, jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jibril menjawab, Dia telah diutus, pintupun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
(Kami mengangkatnya pada tempat "martabat" yang tinggi). Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Dijawab, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Dijawab, Dia telah diutus, pintupun dibukakan buat kami. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jawabnya, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad, jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus. Kami dipersilahkan masuk. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jawabnya, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Jawabnya, Muhammad. Ditanyakan, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus, kamipun dipersilahkan masuk. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorangpun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi Musa as, dia bertanya, Apa yang telah diwajibkan Tuhanmu kepada umatmu ؟ Aku menjawab, Salat lima puluh kali. Dia berkata, Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku telah pernah mencobanya pada Bani Israel. Akupun kembali kepada Tuhanku dan berkata, Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Allah memotong lima salat dan aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan, Allah telah mengurangi lima waktu salat. Dia berkata, Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu, kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman, Hai Muhammad. Inilah kewajiban lima salat sehari semalam, setiap salat mempunyai nilai sepuluh, dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka baginya dicatat satu kebaikan, jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan. Sebaliknya siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak dicatat apa-apa, jika dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as, lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata, kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut, Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya
96
Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
Nabi saw. bersabda, Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata, salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang. Aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam, lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini. Qatadah berkata, Aku bertanya, Apakah yang beliau maksudkan ؟ Anas menjawab, Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bagal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya, lalu kami berangkat sampai ke langit dunia. Di sana Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, Siapa ini ؟ Jibril menjawab Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟. Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan pintu kepada kami dan berkata, Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Kami datang kepada Nabi Adam as (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, Kemudian kami berangkat lagi, sampai di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata, Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, dia menangis, lalu ada yang berseru, mengapa engkau menangis ؟ Nabi Musa menjawab, Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabiyullah saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya, Hai Jibril, sungai apakah ini ؟ Jibril menjawab, dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Efrat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya, Hai Jibril, apakah ini ؟ Jibril menjawab, Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya, bila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku dibawakan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan, Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis
97
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
Rasulullah saw. menjelaskan perjalanan Isranya. Beliau bersabda, Nabi Musa as. berkulit sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu'ah (nama kabilah). Beliau bersabda pula, Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menjelaskan tentang Malik as. penjaga Jahannam dan Dajal
98
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
Rasulullah saw. melewati lembah Al Azraq. Beliau bertanya, Lembah apa ini ؟ Para sahabat menjawab, Ini lembah Al Azraq. Rasulullah saw. bersabda, Aku seperti melihat Nabi Musa as. sedang menuruni bukit dan memohon kepada Allah dengan suara keras melalui talbiah. Ketika sampai di bukit Harsya, beliau berkata, Bukit apa ini ؟ Para sahabat menjawab, Bukit Harsya (dekat Juhfah). Rasulullah saw. bersabda, Aku seperti melihat Nabi Yunus bin Matta as. berada di atas unta merah yang gempal, dia memakai mantel bulu dan tali kekang untanya adalah sabut, sedang bertalbiah
99
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,.
Nabi saw. bersabda, Ketika aku diisrakan, aku bertemu dengan Nabi Musa as, dia seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seolah-olah orang dari Syanu'ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. dia berperawakan sedang, berkulit merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Akupun bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku, Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan, Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu
Bab Tentang Al Masih Bin Maryam Dan Masih Dajal
100
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Pada suatu malam aku bermimpi di dekat Kakbah, melihat seorang lelaki berkulit sawo matang, seperti warna coklat paling bagus yang pernah engkau lihat. Dia berambut gondrong, gondrong terbaik yang pernah engkau lihat. Dia menyisir rambutnya dan masih tampak menetes airnya. Dia bersandar kepada dua orang, melakukan tawaf di Kakbah. Aku bertanya, Siapakah orang ini ؟ Ada yang menjawab, Ini adalah Al Masih bin Maryam. Tiba-tiba aku melihat seorang lelaki yang sangat keriting, mata kanannya buta seakan-akan mata itu buah anggur yang mengapung (matanya melotot). Aku bertanya, Siapa pula ini ؟ Ada yang menjawab, Ini adalah Masih Dajal
101
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Aku melihat diriku berada di Hijir Ismail, sedangkan seorang Quraisy bertanya kepadaku tentang perjalanan israku. Mereka bertanya berbagai hal mengenai Baitulmakdis yang tidak begitu kuingat. Aku sangat merasakan kesulitan yang belum pernah kualami. Kemudian Allah memperlihatkannya kepadaku dari kejauhan, sehingga aku dapat melihatnya. Apapun yang mereka tanyakan kepadaku, aku ceritakan kepada mereka dengan jelas. Aku melihat diriku berada di antara sekelompok nabi. Ada Nabi Musa as. sedang mengerjakan salat, ternyata dia itu seorang lelaki tinggi kurus dengan rambut keriting, dia seperti orang suku Syanu'ah. Ada pula Nabi Isa bin Maryam as. sedang mengerjakan salat. Orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Masud As Tsaqafi. Ada juga Nabi Ibrahim as. sedang mengerjakan salat. Orang yang paling menyerupainya adalah sahabat kalian (maksudnya beliau sendiri). Ketika datang waktu salat, aku mengimami mereka. Usai salat terdengar suara., Hai Muhammad. Ini Malik, penjaga neraka. Ucapkanlah salam padanya. Aku berpaling kepadanya dan dialah yang lebih dulu mengucap salam
Bab Tentang Makna Firman Allah, وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَي (Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya lagi pada waktu yang lain. An Najm:13), apakah Nabi saw melihat Tuhannya di malam isra
102
Hadis riwayat Aisyah ra,
dari Masruq ia bercerita, Aku bertanya kepada Aisyah, Apakah Muhammad saw. pernah melihat Tuhannya ؟ Aisyah menjawab, Maha suci Allah! Bulu romanya benar-benar berdiri (karena terkejut) mendengar perkataan itu. Ada tiga hal, siapa yang membicarakan salah satunya, maka dia berbohong besar atas Allah. Di antara yang mana kamu, hai Masruq ؟ Aku bertanya, Apa tiga hal itu. Aisyah menjawab, Pertama, siapa yang menyangka bahwa Muhammad saw. melihat Tuhannya, maka dia berbohong besar atas Allah. Aku mulanya bersandar, santai, lalu duduk sambil berkata, Ya Ummul mukminin, tunggu, jangan tergesa-gesa, bukankah Allah telah berfirman
وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِين
(Dan sesungguhnya dia melihatnya di ufuk yang terang). وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى
(Sesungguhnya dia telah melihatnya di waktu lain). Aisyah berkata, Aku
adalah umat Islam pertama menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw.
Beliau bersabda,
Itu adalah Jibril as. aku tidak pernah melihatnya dalam bentuk
aslinya, kecuali dua kali. Aku melihatnya turun dari langit, besarnya
menutupi ruangan antara langit dan bumi. Aisyah melanjutkan, Apakah
engkau belum pernah mendengar firman Allah, لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
(Dia tidak dapat dicapai oleh mata, sedangkan Dia dapat melihat segala
yang kelihatan. Dia maha halus dan maha mengetahui). Tidakkah engkau
mendengar firman Allah, وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ
وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ
إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
(Tidak mungkin bagi manusia berbicara dengan Tuhannya kecuali dengan
perantaraan wahyu, dibelakang hijab "maksudnya, hanya mendengar suara",
atau mengutus malaikat untuk mewahyukan apa saja yang diinginkan-Nya
kepada manusia. Sesungguhnya Dia Maha tinggi dan Maha bijaksana). Aisyah
berkata lagi, (Kedua) siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw.
menyembunyikan sebagian isi Kitab Allah, maka dia berbohong besar atas
Allah. Allah berfirman, يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ
(Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhanmu. Dan jika
engkau tidak melakukan "perintah itu" maka engkau tidak menyampaikan
amanah-Nya). Kemudian Aisyah melanjutkan, (Ketiga) siapa saja yang
memberitahu apa yang akan terjadi besok, maka dia berbohong besar atas
Allah. Allah berfirman قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
(Katakanlah! tidak ada sesuatupun di bumi dan di langit yang mengetahui masalah gaib kecuali Allah) Bab Allah tidak tidur, tirai-Nya adalah nur, bila Dia menyingkapkannya, keagungan Zat-Nya akan membakar semua makhluk
103 Hadis riwayat Abu Musa ra. bahwa,
Rasulullah saw. berada di tengah-tengah kami, memberikan lima kalimat. Beliau bersabda, Sesungguhnya Allah Taala tidak pernah tidur dan mustahil Dia tidur, Dia kuasa menurunkan timbangan (amal) dan menaikkannya, dinaikkan (dilaporkan) amal malam sebelum amal siang, dan amal siang sebelum amal malam, tirai-Nya adalah nur (menurut riwayat Abu Bakar adalah nar=api) yang andai kata Dia menyingkapkannya, tentu keagungan Zat-Nya akan membakar makhluk yang dipandang-Nya (Artinya, seluruh makhluk akan terbakar, sebab pandangan Allah meliputi semua makhluk)
Baca Selanjutnya Disini Click-Baca Disini
Kirim Komentar atau saran Anda:










0 comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar anda...