HADIS-HADIS NABI "KITAB IMAN
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
Kitab Iman ke 61 s/d 75 dari 121 Hadis
Bab Kerasnya hukum haram bagi tindakan menghasut
61 Hadis riwayat Huzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata,
Aku pernah mendengar Rasulullah Salallah Alaihi Wassalam bersabda ,
Tidak akan masuk surga orang yang suka menghasut
Bab Menjuraikan kain, mengungkit-ungkit pemberian, melariskan dagangan dengan bersumpah, menerangkan tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, tidak dipandang atau disucikan dan mereka mendapatkan siksa,Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda radhiyallahu anhu
62 Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu. ia berkata,
Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda,Ada tiga jenis orang di hari kiamat nanti tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dipandang, tidak disucikan dan mereka mendaoatkan siksa yang pedih, yaitu orang yang mempunyai kelebihan air di padang sahara tetapi tidak mau memberikannya kepada musafir,
Orang yang membuat perjanjian dengan orang lain untuk menjual barang dagangan sesudah Asar, dia bersumpah demi Allah bahwa telah mengambil (membeli) barang itu dengan harga sekian dan orang lain tersebut mempercayainya, padahal tidak demikian, orang yang berbaiat (berjanji setia) kepada seorang pemimpin demi keuntungan dunia. Jika sang pemimpin memberikannya keuntungan duniawi, dia penuhi janjinya tapi bila tidak, maka diapun tidak penuhi.
Bab Kerasnya larangan bunuh diri, bunuh diri dengan alat, akan disiksa dengan alat tersebut di neraka, tidak akan masuk surga kecuali orang muslim
63 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
Rasulullah, Shallahu alaihi Wasallam bersabda, Siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahannam.
Hal itu akan berlangsung terus selamanya.
Siapa yang mati minum racun, maka dia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahannam selama-lamanya. Siapa yang mati menjatuhkan diri tempat tinggi, maka dia akan menjatuhkan diri di neraka Jahannam selama-lamanya.
64 Hadis riwayat Tsabit bin Ad Dhahhak ra. bahwa,
Rasulullah saw.
bersabda, Siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka dia seperti apa yang dia ucapkan. Siapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka dia akan disiksa dengan benda itu di hari kiamat. Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak dia miliki
65 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Aku ikut bersama Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Kepada seorang yang diakui keislamannya beliau bersabda, Orang ini termasuk ahli neraka. Ketika kami telah memasuki peperangan, orang tersebut berperang dengan garang dan penuh semangat, kemudian ia terluka. Ada yang melapor kepada Rasulullah saw., Wahai Rasulullah, orang yang baru saja engkau katakan sebagai ahli neraka, ternyata pada hari ini berperang dengan garang dan sudah meninggal dunia. Nabi saw. bersabda, Ia pergi ke neraka! Sebagian kaum muslimin hampir merasa ragu. Pada saat itulah datang seorang melapor, ternyata dia tidak mati, tetapi mengalami luka parah! Pada malam harinya, orang itu tidak tahan menahan sakit lukanya, maka diapun bunuh diri. Hal itu dikabarkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda, الله أكبر Allah Maha besar! Aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk memanggil para sahabat, Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang muslim, sesungguhnya Allah mengukuhkan agama ini dengan orang yang jahat
66 Hadis riwayat Sahl bin Saad As Saidi ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan dukungan pasukan masing-masing.
Seorang di antara sahabat Rasulullah saw. tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi dia mengejarnya dan membunuhnya.
Orang-orang berkata, Pada hari ini, tak seorangpun di antara kita yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si Fulan itu.
Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda, Ingatlah, si Fulan itu termasuk ahli neraka. Salah seorang sahabat berkata, Aku akan selalu mendampinginya. Orang itupun keluar bersama orang yang disebut-sebut oleh Rasulullah saw.
sebagai ahli neraka. Kemanapun dia pergi, orang itu selalu menyertainya. Kemudian dia terluka parah dan ingin mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, lalu ditekan badannya pada pedang hingga mati. Orang yang selalu menyertai datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah. Rasulullah saw. bertanya, Ada apa ini؟ Orang itu menjawab, Orang yang engkau sebut-sebut sebagai ahli neraka, orang-orang menganggap benar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri untuk menyertainya, lalu aku keluar mencarinya dan aku dapati dia terluka parah, dia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, kemudian dia menekan badannya hingga mati.
Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda, Sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal sebenarnya dia ahli neraka, dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal dia termasuk ahli surga
67 Hadis riwayat Jundub ra. ia berkata,
Rasulullah bersabda, Ada seorang lelaki sebelum kalian, bisul tumbuh pada tubuhnya. Ketika bisul itu membuatnya sakit, dia mencabut anak panah dari tempatnya, lalu membedah bisul itu. Akibatnya, darah tidak mau berhenti mengalir sampai orang itu mati. Tuhan kalian berfirman Aku haramkan surga baginya
Bab Larangan berkhianat, tidak masuk surga kecuali orang-orang yang Beriman68 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Allah memberikan kemenangan kepada kami, tetapi kami tidak mendapatkan rampasan perang berupa emas atau perak, tetapi yang kami peroleh adalah barang-barang, makanan dan pakaian. Kemudian kami berangkat menuju lembah bersama Rasulullah saw.
seorang budak beliau (pemberian seorang dari Judzam). Budak itu bernama Rifaah bin Zaid dari Bani Dhubaib.
Ketika kami menuruni lembah, budak Rasulullah berdiri untuk melepas pelananya, tetapi dia terkena anak panah dan ternyata itulah saat kematiannya. Kami berkata, Kami senang dia gugur syahid wahai Rasulullah. Rasulullah saw. menjawab, Tidak! Demi Zat yang menguasai Muhammad, sesungguhnya sebuah mantel akan memarakkan api neraka atasnya. Mantel itu dia ambil dari harta rampasan perang Khaibar, yang mestinya bukan menjadi bagiannya.
Orang-orang menjadi takut, lalu seorang demi seorang datang membawa seutas atau dua utas tali sandal dan berkata,
Wahai Rasulullah, aku mendapatkannya pada waktu perang Khaibar. Rasulullah saw. bersabda, Seutas (atau dua utas) tali sandal dari neraka
Bab Kekhawatiran mukmin akan sia-sianya amalnya
69 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
Ketika ayat berikut ini turun,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi), Tsabit bin Qais sedang duduk di rumahnya dan berkata, Aku ini termasuk ahli neraka.
Dia menutup diri dari Nabi saw. sehingga beliau menanyakannya pada Saad bin Muaz: Hai Abu Amru, bagaimana keadaan Tsabit Apakah dia sakit ؟ Saad menjawab, dia adalah tetanggaku, aku tidak melihatnya sakit. Saad mendatangi Tsabit dan menuturkan pembicaraannya dengan Rasulullah saw. Tsabit berkata, Ayat ini turun, padahal kalian pasti tahu bahwa aku termasuk orang yang paling keras suaranya melebihi suara Rasulullah saw. Jadi aku ini termasuk ahli neraka. Saad menyampaikan hal itu kepada Rasulullah saw, kemudian Rasulullah saw. bersabda, Sebaliknya dia termasuk penghuni surga
70 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,
Banyak orang bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, apakah kami akan dihukum karena perbuatan kami di masa Jahiliah ؟ Rasulullah saw. bersabda, Siapa di antara kalian berbuat baik di masa Islam, maka dia tidak akan dikenai hukuman karena perbuatannya di zaman Jahiliah, akan tetapi siapa yang berbuat jelek, maka dia akan dihukum karena perbuatannya di masa Jahiliah dan di masa Islam
Bab Islam meruntuhkan yang sebelumnya, begitu pula hijrah dan haji
71
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
Di antara orang musyrik banyak yang membunuh dan banyak pula yang berzina.
Di antara orang musyrik banyak yang membunuh dan banyak pula yang
berzina. Kemudian mereka datang kepada Nabi Muhammad saw. mengatakan,
apa yang engkau katakan dan engkau ajak sungguh bagus, kalau saja
engkau mau memberitahu kami, tentang yang telah kami perbuat di masa
jahiliah ada penghapusnya atau tidak. Lalu turun ayat,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ
النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
(Orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar dan
tidak berzina. Siapa yang melakukan itu, niscaya dia akan mendapat
"pembalasan" dosanya. Juga diturunkan ayat,
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
(Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas mencelakakan diri
sendiri dengan perbuatan maksiat, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah)
Bab Hukum amal perbuatan orang kafir setelah memeluk islam
72
Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra. ia berkata,
Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Apa pendapatmu mengenai
hal-hal yang dulu di masa Jahiliah aku jadikan sembahan. Adakah aku akan
menerima sesuatu hukuman karena itu ؟ Rasulullah saw. bersabda,
Engkau memeluk Islam atas dasar kebaikan yang dulu engkau lakukan
Bab Tentang kebenaran dan kemurnian iman
73
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,
Ketika turun ayat,
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ
(Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka
dengan kezaliman), para sahabat Rasulullah saw. merasa sedih. Kata
mereka, Siapakah di antara kita yang tidak menzalimi dirinya ؟
Rasulullah saw. bersabda,
Tidak seperti yang kalian duga, tetapi seperti yang dikatakan kepada
anaknya,
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
(Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar)
Bab Allah tidak memperhitungkan kata hati dan isi pikiran selama belum terrealisir
74
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda,
Sesungguhnya Allah melewati (tidak memperhitungkan) kata hati umatku, selama mereka tidak mengatakannya atau melakukannya
Bab Orang bermaksud baik, kebaikannya dicatat dan bila bermaksud buruk, maka maksud buruk itu belum dicatat75
Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Allah Azza wa Jalla berfirman (kepada malaikat pencatat amal), Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat dulu. Jika dia telah mengerjakannya, barulah kalian tulis sebagai satu kejelekan. Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, tapi tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika dia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat
Ikuti Lajutan-nya Kitab Iman.
نسخ / نقلا عن موقع الإسلام -- الدعوة والإرشاد.
إشراف معالي الشيخ : صالح بن عبالعزيز بن محمد بن إبراهيم آل الشيخ
Click disini NEX-Baca Selanjutnya
Kirim Saran dan Komentar Anda.
0 comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar anda...