Kitab Iman Orang Mukmin Dapat Melihat Tuhan di Akherat
نسخ
/ نقلا عن
موقع الإسلام -- الدعوة
والإرشاد.
إشراف معالي الشيخ : صالح بن عبدالعزيز بن محمد بن إبراهيم آل الشيخ
HADIS-HADIS NABI »
KITAB IMAN »
Bab Orang mukmin dapat melihat Tuhan di akhirat
104 Hadis riwayat Abu Musa ra. ia berkata,
Bab Tentang cara melihat Tuhan
105 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
106 Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,
Kaum muslimin di masa Rasulullah saw. bertanya, Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat ؟ Rasulullah saw. bersabda, Ya! Kemudian beliau melanjutkan, Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikitpun ؟ Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa ada awan sedikitpun ؟ Kaum muslimin menjawab, Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda, Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari atau bulan. Di saat hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan, agar setiap umat hendaklah mengikuti sesembahannya dahulu. Orang yang dulu menyembah selain Allah, yakni berhala, semuanya berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal hanya orang-orang yang menyembah Allah ada yang baik dan ada yang jahat serta sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya, Apa yang dulu kalian sembah ؟ Mereka menjawab, Kami menyembah Uzair bin Allah. Dikatakan, Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorangpun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan ؟ Mereka menjawab, Kami haus, wahai Tuhan kami berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka, Kenapa kalian tidak datang ke sana ؟ Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Merekapun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian orang-orang Nasrani dipanggil. Mereka ditanya, Apa yang dulu kalian sembah ؟ Mereka menjawab, Kami menyembah Al Masih anak Allah. Dikatakan kepada mereka, Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorangpun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan ؟ Mereka menjawab, kami haus ya Tuhan, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka, Kenapa kalian tidak datang ke sana ؟ Mereka digiring ke neraka Jahannam, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Merekapun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dulu menyembah Allah Taala -yang baik dan yang jahat-, maka Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih jelek daripada bentuk yang mereka ketahui. Dia berfirman, Apa yang kalian tunggu ؟ Setiap umat mengikuti apa yang dulu disembah. Mereka megucapkan, Wahai Tuhan kami! Di dunia, kami memisahkan diri dari orang-orang yang sebenarnya sangat kami butuhkan (untuk membantu penghidupan di dunia) dan kami tidak mau berkawan dengan mereka (karena menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama). Allah berfirman, Akulah Tuhan kalian! Mereka mengucap, Kami mohon perlindungan kepada Allah darimu. Kami tidak akan mensekutukan Allah dengan apapun (ini diucapkan dua atau tiga kali), sampai sebagian mereka hampir-hampir berubah (berbalik dari kebenaran, karena cobaan berat yang berlaku saat itu) Allah berfirman, Apakah antara kalian dan Dia ada tanda-tanda, sehingga dengan demikian kalian dapat mengenal-Nya ؟ Mereka menjawab Ya. Lalu disingkapkanlah keadaan yang mengerikan itu. Setiap orang yang bersujud kepada Allah dengan keinginan sendiri, pasti mendapat petunjuk Allah, sedangkan orang yang bersujud karena takut atau pamer, tentu Allah menjadikan punggungnya menyatu (sehingga tidak bisa bersujud). Setiap kali hendak bersujud, dia terjungkal pada tengkuknya. Kemudian mereka mengangkat kepala mereka, sementara itu Allah telah berganti rupa dalam bentuk yang mereka lihat pertama kali. Allah berfirman, Akulah Tuhan kalian. Mereka menyahut, Engkau Tuhan kami. Kemudian suatu jembatan dibentangkan di atas neraka Jahannam dan syafaat diperbolehkan. Mereka berkata, Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Ada yang bertanya, Ya Rasulullah, apakah jembatan itu ؟ Rasulullah saw. bersabda, Tempat berpijak yang licin (menggelincirkan). Padanya terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najd ada tumbuhan berduri yang disebut Sakdan, seperti itulah besi-besi berkaitnya. Orang-orang mukmin melewati jembatan tersebut ada yang secepat kejapan mata, ada yang seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda atau unta yang kencang larinya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, selamat sama sekali, terkoyak-koyak tapi dapat bebas, dan terjerumus ke dalam neraka Jahannam. Pada saat orang-orang mukmin telah terbebas dari neraka, maka demi Zat yang menguasai diriku, tak ada orang yang begitu menaruh perhatian dalam mencari kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran kepada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di neraka. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, mereka dulu berpuasa bersama kami, salat dan beribadah haji. Lalu difirmankan kepada mereka, Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal, maka bentuk-bentuk mereka diharamkan atas neraka. Mereka mengeluarkan banyak orang dari neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separoh dikeluarkan dari neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separoh betisnya dan ada yang sudah sampai ke lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata, Ya Tuhan kami, di dalam neraka tidak ada lagi seorangpun yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman, Kembalilah! Siapa saja yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan meski hanya seberat dinar, keluarkanlah. Kembali mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Mereka berkata, Ya Tuhan kami! kami tidak tahu apakah di neraka masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman, Kembalilah! siapa saja yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan meski hanya seberat setengah dinar, keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan lagi banyak orang. Setelah itu mereka berkata, Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman, Kembalilah! siapa yang kalian temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meski hanya seberat atom, keluarkanlah. Lagi-lagi mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata, Ya Tuhan kami! kami tidak tahu apakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Abu Said Al Khudri berkata, Jika kalian tidak mempercayaiku mengenai hadis ini, maka bacalah firman Allah,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا
(Sesungguhnya Allah tidak
menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah. Jika ada kebaikan sebesar atom, niscaya Allah akan melipat-gandakannya dan memberikan pahala yang besar). Allah Taala berfirman, Para malaikat telah memohonkan syafaat, para nabi telah memohonkan syafaat dan orang-orang mukmin juga telah memohonkan syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat yang Maha penyayang di antara semua yang penyayang. Allah mengambil dari neraka dan mengeluarkan dari sana sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik. (Saat itu) mereka telah menjadi arang hitam. Mereka dilempar ke sebuah sungai dekat mulut surga, yang disebut Sungai Kehidupan, mereka keluar seperti tumbuhan kecil keluar dari banjir. Bukankah kalian sering melihat tumbuhan kecil di sela-sela batu atau pohon, di mana bagian yang terkena sinar matahari akan berwarna sedikit kuning dan hijau, sedangkan yang berada di keteduhan menjadi putih ؟ Para sahabat menyela, Seakan-akan engkau pernah menggembala di gurun. Rasulullah saw. meneruskan, mereka keluar bagaikan mutiara, di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka. Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Allah berfirman, Masuklah kalian ke dalam surga, apapun yang kalian lihat, halal untuk kalian. Mereka berkata Ya Tuhan kami. Engkau telah memberi kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorangpun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman, Di sisiku ada pemberian untuk kalian yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata, Ya Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini ؟ Allah berfirman, Rida-Ku, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian sesudah itu
Bab Penghuni neraka yang keluar terakhir
107 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Sungguh, aku benar-benar tahu penghuni neraka yang keluar terakhir dari sana dan penghuni surga yang terakhir masuk ke dalamnya, yaitu seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak, lalu Allah berfirman, Pergilah, masuklah ke dalam surga. Diapun mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh, diapun kembali dan berkata, Ya Tuhanku! aku temukan surga telah penuh. Allah berfirman, Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia mendatangi surga tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh, maka dia kembali dan berkata, Ya Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah berfirman, Pergilah, masuklah ke dalam surga, karena, sesungguhnya menjadi milikmu semisal dunia dan sepuluh kali kelipatannya atau, sesungguhnya bagimu sepuluh kali lipat dunia. Orang itu berkata, apakah Engkau mengejekku (atau, mentertawakanku), sedangkan Engkau adalah Raja ؟ Abdullah bin Masud berkata, Aku benar-benar melihat Rasulullah saw. tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau. Dikatakan, itu adalah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya
Bab Penghuni surga yang paling rendah kedudukannya
108 Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.
Dari Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah ra. ditanya tentang kedatangan di akhirat. Jabir berkata, Kita datang pada hari kiamat dari ini dan itu (kedatangan itu tertulis di atas manusia). Lalu dipanggillah umat manusia dengan berhala dan apa yang dulu disembahnya secara berurutan. Sesudah itu, Tuhan mendatangi kita seraya berfirman, Siapa yang kalian tunggu ؟ Mereka menjawab, Kami menunggu Tuhan kami. Allah berfirman, Akulah Tuhan kalian. Mereka berkata, Sampai kami melihat-Mu. Lalu tampak bagi mereka Tuhan tertawa. (Akhirnya) Dia membawa mereka dan mereka mengikuti-Nya. Masing-masing orang, munafik atau mukmin diberi nur. Mereka terus mengikuti-Nya. Di atas jembatan neraka Jahannam terdapat besi-besi berkait dan berduri, yang merenggut siapa saja yang dikehendaki Allah. Kemudian nur orang-orang munafik padam, sedangkan orang-orang mukmin tetap bersinar. Selamatlah rombongan pertama, wajah mereka bagaikan bulan purnama. Mereka berkisar 70.000 (tujuh puluh ribu) orang. Kemudian orang-orang berikutnya, wajah mereka seperti terangnya bintang-bintang di langit. Demikian seterusnya. Kemudian syafaat diizinkan. Merekapun memintakan syafaat, hingga keluar orang-orang yang mengucap, Laa ilaaha illallah dari neraka dan orang-orang yang di hatinya terdapat kebaikan seberat gandum. Mereka ditempatkan di halaman surga, sedangkan ahli surga memerciki mereka dengan air, sampai mereka tumbuh bagaikan tumbuhnya tumbuhan seusai banjir. Hilanglah bekas hangus yang ada pada tubuh mereka. Kemudian orang terakhir meminta Allah memberikannya dunia dan sepuluh kali lipatnya
Bab Tentang doa syafaat Nabi untuk umatnya
109 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Setiap nabi memiliki doa yang selalu digunakan. Aku ingin menyimpan doaku untuk memberi syafaat bagi umatku nanti pada hari kiamat
110 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
Nabi saw. pernah bersabda, Setiap nabi mempunyai doa untuk kepentingan umatnya. Sesungguhnya aku menyimpan doaku untuk memberikan syafaat bagi umatku di hari kiamat
Bab Tentang firman Allah وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ (Berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. Asy Syu'araa':214
111 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Tatkala turun ayat ini,
112 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
Ketika turun ayat ini:
Bab Syafaat Nabi kepada Abu Talib dan keringanan siksanya berkat syafaat itu
113 Hadis riwayat Abbas bin Abdul Mutalib ra. ia berkata,
Wahai Rasulullah, apakah engkau dapat memberikan sesuatu manfaat kepada Abu Talib, karena dulu dia merawat dan pernah membelamu.؟ Rasulullah saw. bersabda, Ya, dia berada di neraka yang paling ringan. Seandainya tidak ada aku, tentu dia berada di dasar neraka paling bawah
114 Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. ia berkata,
Rasulullah saw. mendengar pamannya Abu Talib diperbincangkan dekat beliau, lalu beliau bersabda, Mudah-mudahan syafaatku dapat memberinya manfaat nanti di hari kiamat, sehingga dia ditempatkan di neraka paling ringan yang apinya membakar kedua mata kakinya sampai otaknya mendidih
Bab Siksa penghuni neraka yang paling rendah
115 Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra. ia berkata,
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, Penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat, adalah orang yang pada lekukan telapak kakinya diberi dua bara yang menyebabkan otaknya mendidih
Bab Persahabatan sesama mukmin dan memutuskan hubungan dengan selain mereka
116 Hadis riwayat Amru bin Ash ra. ia berkata,
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda dalam satu forum terbuka, bukan rahasia, Ingatlah, bahwa keluarga ayahku (yakni si Fulan) bukanlah termasuk waliku. Sesungguhnya waliku hanyalah Allah dan orang-orang mukmin yang saleh
Bab Orang islam yang masuk surga tanpa hisab dan siksa
117 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
Nabi saw. bersabda, Di antara umatku, tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa hisab (tanpa perhitungan amal). Seorang berkata, Wahai Rasulullah! berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikan aku dari golongan mereka yang tujuh puluh ribu orang itu. Rasulullah saw. berdoa, Ya Allah, jadikanlah dia termasuk di antara mereka. Kemudian yang lain berdiri pula dan berkata, Wahai Rasulullah! berdoalah kepada Allah, agar Dia berkenan menjadikan aku dari golongan mereka. Rasulullah saw. bersabda, Engkau telah kedahuluan Ukasyah
118 Hadis riwayat Sahl bin Saad ra.,
Dari Abu Hazim dari Sahal bin Saad bahwa, Rasulullah saw. bersabda, Tujuh puluh ribu orang atau tujuh ratus ribu orang (Abu Hazim ragu mana yang benar antara keduanya) akan masuk surga sambil berpegangan, yang pertama tidak mau masuk mendahului yang lain, wajah mereka bagaikan bulan purnama
119 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
dari Nabi saw. beliau bersabda, Beberapa umat ditunjukkan kepadaku, aku melihat seorang nabi bersama sekelompok kecil (tidak lebih dari sepuluh orang), ada lagi nabi yang disertai seorang atau dua orang dan ada pula nabi yang tidak disertai seorangpun. Tiba-tiba ditunjukkan padaku kelompok besar. Aku menyangka mereka adalah umatku, tetapi dijelaskan, ini adalah Musa as. dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk! Aku memandang ke sana, ternyata ada sekelompok besar. Dijelaskan lagi kepadaku, pandanglah ke arah yang lain, ternyata ada juga sekelompok besar. Dijelaskan padaku, ini adalah umatmu. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab dan siksa. Rasulullah saw. bangkit dan masuk ke dalam rumahnya. Para sahabat memperbincangkan siapa mereka yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa itu. Ada yang berkata, barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu menyertai Rasulullah saw. (para sahabat dekat), ada pula yang berkata, mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan Allah. Mereka saling mengemukakan pendapat masing-masing. Ketika Rasulullah saw. keluar lagi, beliau bertanya, Apa yang kalian perbincangkan ؟ Merekapun memberitahu, lalu Rasulullah saw. bersabda, Mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan jimat/mantera dan tidak minta dibuatkan jimat, tidak meramalkan hal-hal buruk, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal. Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata, berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikanku termasuk di antara mereka. Rasulullah saw. bersabda, Engkau termasuk di antara mereka. Kemudian yang lain berdiri dan berkata, berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan menjadikan aku dari golongan mereka. Rasulullah saw. bersabda, Engkau telah kedahuluan Ukasyah
Bab Umat ini merupakan separoh penghuni surga
120 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Apakah kalian tidak suka menjadi seperempat penghuni surga ؟ Kami (para sahabat) bertakbir. Beliau bersabda lagi, Apakah kalian tidak suka menjadi sepertiga penghuni surga ؟ Kamipun bertakbir. Beliau kembali bersabda, Sungguh, aku berharap kalian dapat menjadi separoh penghuni surga. Aku akan memberitahukan hal itu kepada kalian. Orang-orang Islam di tengah orang-orang kafir seperti sehelai rambut putih pada sapi hitam, atau seperti sehelai rambut hitam pada sapi putih
Bab Tentang firman Allah kepada Adam, keluarkanlah 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) penghuni neraka dari setiap kelipatan seribu
121 Hadis riwayat Abu Said ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Allah Taala berfirman, Hai Adam. Beliau menjawab, Aku patuhi panggilan-Mu dan kebaikan ada di tangan-Mu. Allah berfirman, Keluarkanlah Ba'tsa an naar. Adam bertanya, apakah Ba'tsa an naar itu ؟ Allah berfirman, Setiap kelipatan seribu, keluarkanlah sembilanratus sembilan puluh orang. Perintah Allah kepada (Adam as.) itu terjadi ketika anak-anak beruban,
(Kandungan setiap wanita yang hamil gugur dan engkau lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi sesungguhnya siksa Allah sangat pedih). Penuturan Rasulullah saw. tersebut membuat para sahabat merasa khawatir. Mereka bertanya, wahai Rasulullah! siapakah lelaki (yang seorang di antara seribu) itu ؟ Rasulullah saw. bersabda, Bergembiralah kalian, karena, dari Yakjuj dan Makjuj seribu, sedangkan dari kalian seorang. Kemudian beliau melanjutkan, Demi Zat yang menguasai diriku, sungguh, aku sangat mendambakan kalian menjadi seperempat ahli surga. Kami (para sahabat) memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi, Demi Zat yang menguasai diriku, sungguh aku mendambakan kalian menjadi sepertiga ahli surga. Kami memuji Allah dan bertakbir. Kemudian beliau bersabda kembali, Demi Zat yang menguasai diriku, sungguh aku mendambakan kalian menjadi separoh ahli surga. Perumpamaan kalian di tengah-tengah umat lain, adalah bagaikan sehelai rambut putih pada kulit sapi hitam, atau seperti belang pada betis khimar
HADIS-HADIS NABI » KITAB IMAN » Hadis Nabi Tentang Iman.
Semoga Dengan Kitab Iman ini Bermanfaat.
Tinggalkan Saran atau Komentar Anda.










0 comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar anda...